Mewaspadai Penyakit Ternak dan Hewan Kesayangan Musim Hujan

Mewaspadai Penyakit Ternak dan Hewan Kesayangan Musim Hujan

Mewaspadai Penyakit Ternak dan Hewan Kesayangan  Musim Hujan

Apabila musim hujan telah tiba banyak orang terutama petani dan peternak bersyukur, Perubahan lingkungan ini tentu mempengaruhi kondisi kesehatan makhluk hidup tak terkecuali ternak. Pada umumnya kondisi ternak menurun dan mengalami serangan beberapa penyakit. Oleh sebab itu, peternak perlu waspada dan lebih memperhatikan kesehatan ternaknya.

Gangguan kesehatan pada ternak di musim hujan  antara lain kedinginan, penyakit saluran pernafasan, cacingan dan kembung perut terutama pada ternak ruminansia sapi dan kambing. Dari penyakit-penyakit tersebut perut kembung atau bloat sering mengakibatkan kematian ternak.

Pengendalian penyakit ternak di musim hujan, dapat dilakukan dengan cara :

  1. Mengupayakan agar kandang selalu dalam keadaan bersih, kering dan hangat supaya ternak tidak kedinginan. Peternak harus memastikan kandang tidak bocor dan saluran air tidak tersumbat yang menyebabkan terjadinya genangan air jika terjadi hujan yang tiba-tiba. Bila diperlukan lantai kandang dialasi dengan jerami atau rumput kering untuk menjaga kehangatan, dan di dalam kandang dipasang lampu penghangat terutama kandang untuk anak ayam dan anak babi.
  2. Hijauan pakan ternak harus dilayukan terlebih dahulu sebelum diberikan kepada ternak. Hijauan pakan ternak yang dipotong tidak langsung diberikan kepada ternak. Hijauan yang diambil atau dipotong pada sore hari sebaiknya diberikan kepada ternak pada pagi atau siang hari keesokannya dan hijauan yang dipotong pada siang hari diberikan pada pagi atau sore keesokan harinya. Pelayuan pakan dapat mencegah cacingan dan perut kembung pada ternak.
  3. Menghindari pemberian hijauan dalam keadaan basah dan rumput atau hijauan muda kepada ternak. Hal ini juga untuk mencegah terjadinya perut kembung.
  4. Jika ternak dipelihara secara semi intensif atau digembalakan, sebaiknya ternak dikeluarkan dari kandang dan kembali masuk kandang pada saat masih ada sinar matahari, atau mengeluarkan ternak di pagi hari setelah matahari terbit dan mengandangkan kembali di sore hari  sebelum matahari terbenam. Hal ini untuk mencegah serangan cacing pada ternak.
  5. Memberikan pakan yang berkualitas dalam jumlah yang cukup dan memberikan obat cacing secara berkala kepada ternak.

Apabila hal ini dilakukan pencegahan penyakit pada ternak dan ternak tetap sehat dan berproduksi sesuai dengan harapan.

Pet animal  atau hewan kesayangan anjing dan kucing pada musim hujan juga dapat mengalami berbagi penyakit oleh karena itu pemilik hewan harus lebih  waspada di musim hujan karena banyak penyakit yang bisa menyerang anjing dan kucing peliharaan. Udara yang lembab pada musim hujan akan meningkatkan pertumbuhan jamur, bakteri, dan virus yang dapat menyebabkan beberapa penyakit.

Penyakit yang sering  menyerang hewan peliharaan di musim hujan:

  • Dermatifitosis

Dermatofitosis merupakan penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Ciri-ciri penyakit kulit akibat jamur adalah kulit akan menjadi kemerahan, terasa gatal sehingga digaruk dan teerdapat ketombe atau kerak-kerak pada kulit. Penyakit kulit ini dapat dicegah dengan menjaga kondisi kulit dan bulu agar tetap kering. Pet Owners harus memandikan anjing dan kucing dengan shampo yang memiliki formula anti jamur dan bakteri. Jika kucing/anjing peliharaan memiliki kulit yang sensitif, berikan dog food/cat food khusus untuk kulit sensitif.

  • Pneumonia

Pnemonia merupakan radang pada paru-paru yang umumnya disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini seringkali menyerang puppy maupun kitten, tetapi kucing anjing dewasa tetap berisiko terkena penyakit ini. Gejala yang timbul yaitu batuk, penurunan nafsu makan, serta kesulitan bernafas. Kebiasaan hewan peliharaan sering tidur dilantai tanpa tempat tidur atau hewan peliharaan yang terkena angin dingin meningkatkan resiko timbulnya penyakit ini. Pet Owners, selalu berikan alas atau tempat tidur dikandang dan hindarkan hewan kesayangan dari angin malam.

  • Panleukopenia

Penyakit ini disebabkan oleh virus dan menyerang saluran pencernaan kucing. Gejala yang timbul yaitu kucing tidak mau makan, lemas, muntah dan diare darah. Penyakit ini dapat dicegah dengan pemberian vaksin yang berlabel RCP atau RCPCh dimana huruf P menandakan panleukopenia.

  • Cat flu

Flu pada kucing umumnya disebabkan oleh bakteri Chlamydia  dan virus (Calicivirus dan Rhinotracheitis). Gejala yang timbul yaitu demam, tidak nafsu makan, bersin-bersin, mata berair/belekan, infeksi pada telinga, terdapat leleran hidung dan sariawan  (berliur dan timbul bau mulut).  Salah satu cara mencegahnya adalah melakukan vaksinasi secara rutin pada kucing peliharaan..

  • Parvo dan Distemper

Kedua penyakit ini disebabkan oleh virus dan menyerang anjing pada semua usia, terutama anak anjing ketika tubuhnya sedang lemah. Cuaca dingin, lembab dan berangin dapat menurunkan daya tahan tubuh. Gejala yang timbul jika terkena parvo yaitu tidak nafsu makan, muntah, dan diare darah. Sedangkan gejala yang timbul jika terkena distemper yaitu mata belekan, keluar leleran hidung, bersin-bersin (gejala pernafasan), muntah serta diare (gejala pencernaan), timbul bintik-bintik merah pada kulit, pad mengeras (distemper kulit) dan kejang-kejang (gejala syaraf).  Pencegahannya adalah harus vaksinasi untuk kedua penyakit ini dan rutin diulang setiap tahun. Nutrisi yang lengkap dan seimbang juga perlu diberikan.

  • Leptospirosis

Leptospirosis adalah penyakit yang menyerang anjing, kucing dan juga manusia. Penyebabnya adalah bakteri Leptospira sp. yang umumnya terdapat pada air seni tikus. Penularan terjadi melalui kontak langsung dengan urin anjing dan kucing yang infeksi, kontak kelamin pada saat pacak (musim kawin) dan luka gigitan. Penularan secara tidak langsung terjadi karena  terkontaminasinya  sumber air, tempat makan minum dan kandang. Bakteri ini menyebabkan kerusakan pada hati dan ginjal. Gejala yang terlihat yaitu kulit hewan menguning, muntah dan diare. Tingkat kematian karena penyakit ini sangat tinggi sehingga penting untuk anjing dan kucing  peliharaan divaksin. Carilah vaksin yang pada labelnya terdapat huruf L yang menandakan leptospira.

Selain itu jauhkan dari air kotor dan tergenang Air kotor yang tergenang dapat menularkan penyakit ke hewan peliharaan, gejala umum penyakit ini adalah masalah usus termasuk muntah, diare, sakit perut, dan kehilangan nafsu makan. Pastikan hewan peliharaan minum air bersih. Infeksi usus ini biasanya akan hilang sendiri dalam beberapa hari. Namun, jika tidak kunjung sembuh, sebaiknya bawa hewan peliharaan ke dokter hewan. Lihat Foto Ilustrasi(Shutterstock). Bersihkan telinga Cuaca basah juga membuat mereka rentan terhadap infeksi telinga, sehingga bersihkan telinga mereka dalam sehari sekali menggunakan cotton bud. Memang di luar musim hujan, Anda tidak perlu membersihkannya setiap hari cukup sebulan sekali dengan pembersihan secara menyeluruh. Selanjutnya adalah jaga bulu mereka agar tetap kering, agar menghindari kelembapan serta bau yang tidak sedap, serta keringkan bulu mereka setiap kali basah. Untuk mengontrol bau hewan peliharaan Anda juga bisa menggunakan bedak anjing dan deodoran yang banyak tersedia di toko hewan peliharaan. (Penulis : drh. Tri Sumihartini/Dokter Hewan Karantina BKP Kls II Yogyakarta – Diambil dari berbagai sumber)

× Silahkan kirim pesan Anda