• 0274-488856
  • admin@karantinayogya.org
  • Jl. Laksda Adisucipto Km. 8, Sleman, Yogyakarta
berita

Dukung Akselerasi Ekspor, PT Bambu Nusa Verde siap Ekspor Komoditas Hortikultura Yogyakarta

Yogyakarta (7/4) – Gratieks atau Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor merupakan program Kementerian Pertanian untuk menggerakkan ekonomi nasional dengan mengantarkan pertanian Indonesia menjadi pertanian yang maju, mandiri, dan modern. Gratieks memberikan inspirasi dan mendorong semua entitas terkait untuk bekerja keras lebih cepat dan bekerjasama mewujudkan Indonesia menuju lumbung pangan dunia 2045.
Nasional Ekspor menjadi salah satu kegiatan Kementerian Pertanian melalui Badan Karantina Pertanian untuk meningkatkan ekspor sebanyak tiga kali lipat. Kesempatan ini Karantina Pertanian Yogyakarta melepas ekspor di PT Bambu Nusa Verde yang merupakan salah satu eksportir bibit bambu. Dalam kesempatan yang sama dilakukan ekspor komoditas pertanian subsektor tanaman perkebunan, hortikultura, dan kehutanan dengan nilai ekonomi sebesar Rp 16, 987 miliar ke 24 negara tujuan ekspor. Adapun komoditas subsektor perkebunan yang dilepas yaitu gula kelapa sebanyak 73.510 kilogram dan rempah-rempah sebanyak 520 gram.
Komoditas subsektor tanaman hortikultura yaitu bibit bambu 22.400 batang, bibit tanaman hias 72 batang, vanili 1.526,33 kilogram, mendong 114,31 meter kubik, serat pisang 61,41 meter kubik, ragi 20 kilogram, kerajinan tangan 10,26 meter kubik, handycraft 69,12 meter kubik, dan buah salak segar 8.550 kilogram. Komoditas subsektor tanaman kehutanan yaitu rotan 61,91 meter kubik, kayu jati 128, 01 meter kubik, kayu albasia 63,01 meter kubik, kayu lapis 47,32 meter kubik, kayu karet 342,42 meter kubik, dan kayu kruing 98,2 meter kubik.
Ekspor komoditas pertanian akan terus meningkat jika dikelola dengan sistem manejemen yang baik dengan memperhatikan persyaratan dari negara tujuan. Karantina Pertanian Yogyakarta mendukung Ekspor Nasional dengan memberikan layanan yang profesional dalam sertifikasi karantina kepada eksportir.
Sebagai informasi, pada saat yang sama Presiden RI, Joko Widodo, di Jambi dalam rangkaian kunjungan kerjanya juga melepas ekspor pinang biji asal Jambi sebanyak 126 ton dengan nilai ekonomi sebesar Rp 4,069 miliar. Secara nasional, ekapor komoditas pinang biji di tahun 2021 sebanyak 215.260 ton dengan nilai ekonomi mencapai Rp 5,11 triliun, meningkat hampir dua kali lipat dibanding capaian nilai tahun 2020 yang hanya Rp 2,85 triliun.
Sumber : Iqfast System