• 0274-488856
  • admin@karantinayogya.org
  • Jl. Laksda Adisucipto Km. 8, Sleman, Yogyakarta
Barantan News
Sesba Barantan : Dokter Hewan dan Paramedik Karantina hewan harus mengimplementasikan core value ASN

Sesba Barantan : Dokter Hewan dan Paramedik Karantina hewan harus mengimplementasikan core value ASN

Bogor –  Dokter Hewan Karantina dan Paramedik Karantina Hewan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dituntut untuk mengimplementasikan core values BerAKHLAK (Berorientasi Melayani, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif). Hal tersebut disampaikan Sekretaris Badan Karantina Pertanian, Wisnu Haryana saat membuka workshop fungsional secara resmi.

Dalam arahannya Wisnu menyampaikan bahwa Core values BerAKHLAK perlu diaktualisasikan dalam pelaksanaan program atau kegiatan utama dan layanan pertanian. Oleh karena itu dibutuhkan upaya yang komprehensif untuk menyamakan persepsi terkait aturan teknis, konsekuensi hukum, wawasan nasional dan internasional, serta pola pikir risk based analysis di kalangan Pejabat Fungsional Karantina Hewan.

“Mewujudkan Dokter Hewan Karantina dan Paramedik Karantina Hewan yang BerAKHLAK untuk Barantan yang Profesional, Tangguh dan Terpercaya” merupakan tema yang diusung pada  Workshop Fungsional Dokter Hewan Karantina dan Paramedik Karantina Hewan. Workshop yang diselenggarakan tanggal 23 sd 26 Maret 2022 di Hotel Swiss Belinn Bogor dihadiri oleh pejabat fungsional Dokter Hewan Karantina dan Paramedik Karantina Hewan di lingkup Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani serta UPTKP seluruh Indonesia.

Pada kesempatan ini, Sekretaris Badan bersama dengan Kepala Pusat Karantina Hewan dan Keamanan Hayati Hewani, Wisnu Wasisa Putra, berkenan untuk berdiskusi hangat dengan peserta workshop seputar Jabatan Fungsional Karantina Hewan dan pelaksanaan Tindakan Karantina Hewan.

Hadir sebagai Narasumber yaitu Moh. Haryono dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Made Kuswandana (Inspektur IV – Itjen), Arif Wicaksono (Direktorat Kesehatan Hewan), Mulyanto (Ikatan Dokter Hewan Karantina Indonesia/IDHKI), dan Bram Sumantri (Ikatan Paramedik Karantina Hewan Indonesia/IPKHI).

Dalam materi penguatan keorganisasian Dokter Hewan Karantina dan Paramedik Karantina Hewan disampaikan oleh kedua narasumber bahwa IDHKI dan IPKHI bersama sama bertujuan untuk menciptakan SDM yang kompeten, professional, sejahtera, membangun profesionalisme dengan meningkatkan pengetahuan ilmu kesehatan hewan dan memberikan pelayanan karantina secara prima.

Penjaringan terhadap permasalahan-permasalahan teknis di UPTKP yang telah dilakukan sebelum pelaksanaan workshop, dibahas oleh Heri Yulianto Koordinator Substansi Karantina Hewan Hidup, Anes Doni Koordinator Substansi Produk Karantina  Hewan, dan Sri Endah Ekandari Koordinator Substansi Keamanan Hayati Hewani.

Workshop ditutup oleh Koordinator Keamanan Hayati Hewani dengan harapan Pejabat Fungsional DHK dan PKH dapat bersiap dalam internalisasi core values ASN dan menghadapi era digitalisasi, memahami aturan teknis, memahami konsekuensi hukum, berwawasan internasional dan berpikir secara risk based analysis.

https://karantina.pertanian.go.id/berita-1590-sesba-barantan–dokter-hewan-dan-paramedik-karantina-hewan-harus-mengimplementasikan-core-value-asn-.html