Audiensi Potensi Ekspor Produk Pertanian Kota Yogyakarta

Arsip Berita
Yogyakarta (09/06)- Karantina Pertanian Yogyakarta bersama GPEI DPD DIY melakukan audiensi ke Walikota Kota Yogyakarta.
Bertempat di Gedung Nakula, Balaikota Kota Yogyakarta, tim gabungan Karantina Pertanian Yogyakarta dan GPEI disambut oleh Wakil Walikota Kota Yogyakarta, Drs. Heroe Poerwadi, MA. Tujuan audiensi ini adalah untuk memetakan dan mendorong ekspor khususnya pertanian yang ada di wilayah Kota Yogyakarta.
Ina Soelistyani selaku Kepala Karantina Pertanian Yogyakarta menyampaikan kegiatan giat Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor) GRATIEKS yang sudah dilakukan di bulan Juni 2021 yaitu audiensi ke Bupati Sleman dan kunjungan ke BPP Seyegan, kemudian rencana selanjutnya yaitu audiensi ke Bupati Bantul serta kunjungan ke BPP Pandak.
GPEI dengan jaringan yang luas telah memiliki daftar permintaan barang dari berbagai negara di pasar internasional. Hal tersebut menjadi peluang yang harus ditangkap dan ditindaklanjuti dengan cepat. Pangan, khususnya terkait pandemi COVID-19 ini menjadi komoditas yang permintaannya selalu tinggi. Yuyun Yunastuti selaku Ketua GPEI DPD DIY menyampaikan terkait ekspor buah kering mengingat persyaratan masuk ke negara tujuan lebih mudah. Yuyun mencontohkan bahwa Korea Selatan memiliki permintaan yang tinggi pada tomat kering. Mengingat produk ekspor selain membutuhkan kuantitas banyak juga harus kontinyu sehingga diharapkan adanya peran Pemerintah untuk menjaga stabilitas kuantitas, kontinyuitas dan kualitas produk ekspor.
Kota Yogyakarta memiliki sumber daya manusia potensial dan kemudahan dalam akses teknologi , dua hal ini menjadi potensi tersendiri dalam mendorong ekspor (khususnya ekspor produk pertanian) mengingat terbatasnya lahan pertanian. Produksi makanan dan minuman dalam kemasan yang berkualitas ekspor di Kota Yogyakarta dapat dioptimalkan dengan menggunakan bahan baku produk pertanian yang berasal dari Kabupaten lainnya di Daerah Istimewa Yogyakarta.