Penyelundupan Ular Reticulatus Phyton Digagalkan oleh Pejabat Karantina Pertanian

berita
Boyolali (02/06) – Sejumlah 2 ekor ular Reticulatus phyton gagal diselundupkan atas kerja sama petugas keamanan Bandara Adi Soemarmo dan pejabat Karantina Hewan Wilker Adi Soemarmo.
Ular tersebut dikemas dalam wadah mika dan dibungkus kembali dengan kardus. Pemilik ular bernama Tony Ardhie mengaku bahwa isi paket adalah mainan kepada jasa kurir TIKI.
Dari X-Ray , Petugas Bandara melihat bentuk dan sinyal warna oranye yang menunjukkan adanya hewan hidup berupa ular. Petugas kemudian menghubungi Pejabat Karantina di Wilker Adisumarmo dan bersama-sama melakukan pemeriksaan.
Berdasarkan pemeriksaan gabungan yang melibatkan Pejabat Karantina Pertanian, pihak keamanan Bandara, Manager Operasional Bandara Adi Soemarmo, dan POM AU disimpulkan bahwa pemilik hewan belum mengetahui aturan Karantina khususnya lalu lintas hewan antar area.
Pejabat Karantina kemudian menyampaikan Undang-Undang No. 21 tahun 2019 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan termasuk sanksi dan menjelaskan detail biaya pemeriksaan Karantina sesuai Peraturan Pemerintah 35 tahun 2016 tentang biaya PNBB yang berlaku di Karantina.
Pejabat Karantina menekankan kepada pemilik bahwa biaya sertifikasi karantina hewan sangat murah dan persyaratannya cukup mudah. Kepada pemilik hewan disampaikan untuk melengkapi dokumen persyaratan dan melakukan sertifikasi sesuai prosedur.
Menjadi pembelajaran bagi kita semua bahwa untuk lalu lintas komoditas hewan maupun tumbuhan sudah ada peraturannya. Karantina Pertanian Yogyakarta senantiasa memberikan kemudahan informasi pelayanan untuk sertifikasi karantina. Yuk kita patuhi peraturannya demi menjaga Indonesia bebas dari Hama Penyakit Hewan/Tumbuhan.