Akselerasi Ekspor, Karantina Pertanian Dampingi Jagung Sangrai Asal Yogyakarta

berita
Yogyakarta (25/05) – Ina Soelistyani selaku Kepala Karantina Pertanian Yogyakarta bersama tim melakukan pendampingan dan kunjungan kerja ke pelaku usaha produk pertanian yang memiliki potensi ekspor.
Ina melakukan kunjungan ke rumah produksi jagung sangrai di wilayah Kabupaten Bantul dalam rangka akselerasi ekspor sebagaimana fungsi Karantina Pertanian Yogyakarta sebagai koordinator upaya peningkatan ekspor pertanian dalam program Gerakan Tiga Kali Lipat Ekspor Pertanian (Gratieks) di wilayah kerjanya.
Ina Soelistyani berserta tim meninjau langsung pengelolaan jagung sangrai dan melakukan diskusi terkait upaya pemasaran produk tersebut di pasar internasional. Tri Sundari, mewakili rumah produksi menjelaskan bahwa jagung sangrai merupakan komoditas yang sangat menjanjikan. Pangsa pasar utama saat ini adalah Korea Selatan, dalam satu bulan permintaan jagung sangrai mencapai 40 ton.
Kendala yang dihadapi adalah jumlah produksi yang belum mampu mencukupi permintaan pasar ekspor. Ketersediaan bahan baku berupa jagung pipil masih sangat kurang di pasar domestik hal ini juga dikarenakan belum terorganisasinya petani jagung dalam penjualan dan pengolahan paska panennya. Hal ini menjadi sebuah peluang bagi pemerintah daerah dan juga Dinas yang membidangi untuk menggerakkan potensi jagung sehingga lebih optimal di pasar ekspor.
“Masyarakat Yogyakarta diharapkan mulai dapat melirik dan antusias dalam membudidayakan jagung, sehingga nantinya jagung sangrai olahan kami juga akan dapat meningkat, sehingga Kami siap melakukan ekspor,” pungkas Tri Sundari
Ina Soelistyani sangat antusias dengan potensi ekspor komoditas ini. Karantina Pertanian Yogyakarta siap memfasilitasi kegiatan ekspor jagung sangrai di Kabupaten Bantul dengan melakukan bimbingan agar kualitas komoditas tersebut sesuai dengan permintaan negara tujuan.
“Ekspor produk ini sudah dalam bentuk sangrai, sehingga lebih memiliki risiko rendah terikutnya hama penyakit tanaman. Hal ini sebagaimana arahan dari Bapak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo) untuk sebisa mungkin komoditas pertanian yang akan diekspor sudah dalam bentuk olahan,” jelasnya.