Karantina Pertanian Yogyakarta Lepas Ekspor Produk Perkebunan di Hari Perkebunan ke -63

artikel
Pada peringatan Hari Perkebunan ke- 63 pada 2020 ini, Kementerian Pertanian berfokus pada optimalisasi ekspor perkebunan dalam upaya pemulihan ekonomi.
Lalu lintas produk perkebunan untuk ekspor melalui Karantina Pertanian Yogyakarta menjadi perhatian tersendiri, pasalnya produk perkebunan inilah yang memiliki nilai ekonomis paling tinggi. Cengkeh, kayu manis, vanilla, gula merah dan buah salak menjadi komoditas perkebunan dengan frekuensi ekspor paling tinggi termasuk saat pandemi ini.
Kamis (10/12)- Karantina Pertanian Yogykarta melepas ekspor beberapa produk perkebunan diantaranya adalah 30 ton bunga cengkeh kering senilai 2,6 miliar rupiah tutuan Perancis, Amerika Serikat dan Belanda; 25 ton pecahan kayu manis senilai 1,2 miliar rupiah dengan tujuan Perancis; 500 kilogram vanila senilai 700 juta rupiah tujuan Polandia; 22 ton gula merah senilai 600 juta rupiah tujuan Amerika Serikat serta 500 kilogram buah salak senilai 14 juta dengan tujuan Singapura. Pejabat Karantina memastikan kondisi produk perkebunan tersebut sehat sehingga layak diterbitkan Phytosanitary Certificate.
Pandemi COVID-19 tidak menyurutkan produktivitas petani untuk menghasilkan produk pertanian khususnya perkebunan yang berkualitas ekspor. Optimis dengan stabilnya ekspor produk pertanian selama pandemi ini akan membantu memulihkan perekonomian nasional. Selamat Hari Perkebunan ke-63.