CEGAH RABIES UNTUK KITA DAN KESAYANGAN KITA

artikel

Hari Rabies Sedunia adalah sebuah kampanye global yang diselenggarakan pada tanggal 28 September setiap tahun. Peringatan Hari Rabies Sedunia dilakukan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pencegahan dan pengendalian penyakit rabies. Hari Rabies Sedunia mulai diselenggarakan pada tahun 2007. Secara umum  Hari Rabies Sedunia ( World Rabies Day ) dilakukan dengan sosialisasi kepada masyarakat dan vaksinasi rabies terhadap hewan terutama anjing. Tujuan yang ingin dicapai oleh kampanye ini adalah menjadikan dunia bebas dari penyakit rabies tahun 2030.

Kampanye kewaspadaan terhadap rabies selalu dilakukan seiring dengan meningkatnya jumlah pecinta hewan peliharaan, salah satunya pecinta anjing dan kucing. Mereka biasanya mempunyai komunitas yang didalamnya mempunyai beberapa kegiatan diantaranya saling memberikan informasi tentang perawatan hewan kesayangan secara baik dan benar agar hewan tetap sehat dan terawat.

Untuk menekan jumlah kasus kejadian rabies di Indonesia maka pengawasan terhadap lalu lintas hewan penular rabies juga harus ditingkatkan. Hal ini juga untuk mendukung dan mempertahankan beberapa daerah di Indonesia agar tetap menjadi daerah bebas rabies dan menuju Indonesia bebas rabies tahun 2020.

Penyakit rabies bersifat zoonosis yang berasal dari hewan dan dapat menular kepada manusia. Sehingga kesehatan dan pencegahan rabies pada hewan sangat penting sebagai titik awal pencegahan rabies. Pemilik hewan kesayangan terutama anjing harus memperhatikan perawatan dan kondisi kesehatan hewan peliharaannya.Perawatan terhadap anjing agar tetap sehat bagi pemilik dan hewannya diantaranya meliputi:

  1. Tempat yang tepat dan nyaman untuk anjing peliharaan

Kandang ataupun tempat yang nyaman bagi anjing sangat diperlukan. Demikian juga barang-barang yang ada di sekitarnya yang mendukung pertumbuhan dan kesehatannya. Hindarkan dari barang-barang yang berbahaya di sekitar kandang. Misal benda tajam atau bahan beracun di dekatnya. Selain kandang, anjing juga membutuhkan tempat untuk bermain dan bergerak secara bebas tetapi tetap dalam lingkungan tertentu dan tidak dilepas untuk berkeliaran.

  1. Cukup kebutuhan makan dan minum

Anjing harus cukup kebutuhan makan dan minumnya dan disesuaikan dengan kebutuhannya sesuai berat badan anjing tersebut. Anjing juga diamati nafsu makannya untuk mengetahui efek terhadap makanan yang diberikan. Makanan yang diberikan harus mendukung kesehatan hewan peliharaan. Hal tersebut dapat diamati dari pertumbuhan badan dan kondisi kesehatan hewan tersebut.

  1. Menjaga kesehatan hewan peliharaan

Penjagaan kesehatan ini terdiri dari bberapa hal diantaranya memandikan anjig  secara rutin agar tetap bersih dan terhindar dari kotoran dan kuman yang dapat mengganggu kesehatannya. Selain itu menyisir  dan merapikan bulunya agar tetap bersih dan rapi serta tibak menjadi tempat tinggal kuman. Dan yang terutama adalah membawa anjing ke dokter hewan secara rutin untuk vaksinasi dan pemeriksaan kesehatan. Vaksin yang utama adalah dan vaksin untuk pencegahan penyakit lainnya seperti Distemper, Parvovirus dan Hepatitis. Selain vaksinasi, pemberian obat cacing juga diperlukan untuk menjaga kesehatan anjing.

Keempat hal tersebut diatas disarankan dilakukan oleh pemilik anjing sebagai salah satu cara pencegahan penyakit rabies. Selain itu pengendalian populasi anjing bisa dilakukan dengan metode kontrasepsi. Pengendalian rabies dengan menggabungkan program vaksinasi dan kontrasepsi hormonal secara sistemik dapat dilakukan untuk mengeliminasi rabies.

Kepedulian kita terhadap hewan peliharaan kita dapat mencegah rabies pada anjing kesayangan dan secara umum mencegah terjadinya rabies pada manusia secara umum. Jadi..mari jaga kesehatan anjing peliharaan kita demi kesehatan kita bersama. (drh. Tri S./MV)