Gandeng Balai Penyuluhan Pertanian, Karantina Yogyakarta Kawal KOSTRATANI 2020

Arsip Berita
Sleman (06/07) – Kementerian Pertanian melalui Balai Karantina Pertanian Yogyakarta selaku Unit Pelaksana Teknis Badan Karantina Pertanian berkoordinasi dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Turi Pakem sebagai langkah awal memulai program Komando Strategi Pembangunan Pertanian (KOSTRATANI).
BPP berperan sebagai pusat data dan informasi, pusat pembelajaran untuk penyuluh dan petani, pusat gerakan pembangunan pertanian, pusat konsultasi agribisnis dan pusat pengembangan jaringan kemitraan. Program KOSTRATANI mendorong optimalisasi penggunaan teknologi digital pada peran BPP tersebut.
Kali ini Karantina Pertanian Yogyakarta menggandeng BPP Turi Pakem dalam program KOSTRATANI. Dalam kunjungan ke BPP Turi Pakem, diperoleh informasi awal terkait luas wilayah produktif pertanian, jenis komoditas unggulan, pengelolaan paska panen, pemasaran komoditas hingga program-program yang telah diberikan penyuluh kepada petani.
Salak masih menjadi andalan binaan BPP Turi Pakem yang secara frekuensi juga rutin diekspor melalui Karantina Pertanian Yogyakarta dengan negara tujuan Cina, Kamboja, dan Thailand. Sedangkan cabai adalah komoditas hortikultura unggulan yang tidak pernah absen dikirim untuk memenuhi pasokan di luar Jawa seperti Kalimantan, Batam dan Riau. Komoditas unggulan lainnya berupa olahan daun kelor dan pegagan banyak menyerap tenaga kerja melalui Kelompok Wanita Tani (KWT) diolah menjadi teh, snack hingga bakso kelor.
Tidak kalah dalam produksi Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH), bidang peternakan juga memiliki komoditas unggulan berupa domba yang banyak dimanfaatkan susunya untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal baik sebagi susu segar maupun susu bubuk. Terakhir sebelum berhenti karena pandemi COVID-19, dilakukan pelatihan oleh BPP Turi Pakem kepada kelompok tani dengan tema pengolahan susu domba untuk es krim dan yoghurt.
Dalam hal aplikasi digital, BPP Turi Pakem telah melakukan update data-data dalam Simluhtan (Sistem Informasi Manajemen Penyuluh Pertanian), Cybex (Cyber Extention, media penyuluhan berbasis internet), CPCL (Calon Petani Calon Lahan) dan e-RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok), hal ini membantu mempermudah pelaporan rutin kepada pihak-pihak terkait seperti Dinas Pertanian maupun untuk mendukung program KOSTRATANI. Koordinasi pengumpulan data awal ini sangat berarti untuk ke depannya dilakukan tindak lanjut program KOSTRATANI.