Yogyakarta – Penegakan hukum Karantina Pertanian telah menuai hasil terbaik selama ini. Tidak hanya diganjar penghargaan oleh Bareskrim Polri sebagai salah satu Kementerian/Lembaga aktif dalam penegakan hukum, namun juga adanya peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap peraturan perkarantinaan.

Prestasi yang diraih oleh Karantina Pertanian tidak lepas dari peran aktif Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Karantina Pertanian dan personel wasdak (pengawasan dan penindakan) didalamnya. Mengapresiasi hal tersebut, Pusat Kepatuhan, Kerjasama dan Informasi Perkarantinaan (KKIP) memberikan penghargaan kepada UPT dan personel wasdak berprestasi yang telah lolos penilaian oleh tim penilai dari bidang Kepatuhan Perkarantinaan Pusat KKIP.

Untuk kategori UPT terbaik dalam pengawasan secara berturut-turut yaitu BKP Kelas I Cilegon, BKP Kelas II Mataram, SKP Kelas II Tanjung Balai karimun, BKP Kelas II Bandar Lampung dan BKP Kelas I Batam. Sementara itu, kategori UPT terbaik dalam penindakan yaitu BKP Kelas I Pekanbaru, SKP Kelas I Entikong, BKP Kelas II Cilegon, BKP Kelas I Banjarmasin dan BKP Kelas I Bandar Lampung. Selain itu ada 16 personel wasdak yang berhasil menyabet penghargaan dari Kepala Pusat KKIP kategori personel wasdak yang berprestasi yaitu Andjar Kristianto, Nasrul Friamsa, Noval Isnaeni, Arianto, Surya Darma, Holland Tambunan, Made Tastra, I Made Sutirta, Yose Rizal, Bambang Sanjaya, Hamidi, Syaiful Chairudin, I Made Agus Susilo, Is Priyanto, Kristiyani Maryatiningsih dan Astim. Penghargaan diberikan secara langsung oleh Sujarwanto, Kepala Pusat KKIP dan A.M Adnan, Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati dalam Workshop PPNS, Intelijen dan Polsus Barantan, Jumat (26/7) di Cavinton Hotel Yogyakarta.

“Barantan sangat mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas segala keberanian melakukan penindakan terhadap pelanggaran perkarantinaan sebagaimana yang telah menjadi kebijakan Barantan untuk mendorong atau menindak tegas pelanggaran Karantina tentu saja dengan mengedapankan tindakan karantina 8P,” ujar Sujarwanto.

“Kinerja PPNS Karantina Pertanian saat ini menjadi contoh bagi eselon satu lain di Kementerian Pertanian. Sungguh satu hal yang patut untuk dibanggakan dan dipertahankan!” imbuhnya.

Workshop ini diadakan untuk memberikan penyegaran kepada personel wasdak Karantina Pertanian yang saat ini bertugas di UPT agar tetap menjaga kinerja sesuai UU No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan. Narasumber yang dihadirkan tidak hanya dari Bareskrim dan Baintelkam Polri yang memang memiliki afiliasi dengan penegakan hukum Karantina Pertanian, namun juga pakar hukum dari Universitas Indonesia yaitu Dr. Eva Achjani Zulfa, M.H.

Workshop kali ini juga membekali para peserta dengan materi Sistem Pengendalian Internal (SPI) Kewasdakan dengan mengundang Inspektorat IV Kementerian Pertanian sebagai narasumber. “Selain SPI Kewasdakan, KKIP saat ini tengah merilis E-compliance System sebagai sistem informasi kepatuhan berbasis online dan akan menjadi bagian dari sistem IQFAST,” jelas Sujarwanto.

Selamat dan sukses bagi penerima penghargaan, semoga menjadi pemacu bagi UPT dan personel wasdak yang lain agar terus meningkatkan kinerjanya. Tingkatkan terus kompetensi diri, meski diri bertugas di ujung negeri!

#LaporKarantina
#PusatKKIP