Yogyakarta — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Yogyakarta jadi tujuan kami pagi ini (26/6). Aksi sosial donor darah jadi rangkaian kegiatan Bulan Bakti Karantina Pertanian Tahun 2019 lingkup Karantina Pertanian Yogyakarta. Di antara 20 orang peserta yang mendaftar, 15 orang berhasil mendonorkan darahnya.

Ada yang perdana mengikuti donor darah, ada yang hanya coba-coba cek dan berhasil donor, dan ada juga yang sudah kesekian kali mendonorkan darahnya. Bahkan ada peserta yang sedang puasa ikut mendonorkan darahnya. Salut untuk teman-teman dengan rasa sosial yang tinggi.

“Donor darah itu menyehatkan,” ujar Susi petugas PMI yang bertugas pagi ini. Disarankan untuk mendonorkan darah setiap 60 hari hingga 3 bulan sekali. Dengan mendonorkan darah, kesehatan jantung pendonor akan terjaga karena zat besi dalam darah akan berkurang. Kandungan zat besi yang berlebihan membuat seseorang rentan terhadap penyakit jantung. Oleh karena itu, sebaiknya donor darah dilakukan secara rutin. Tubuh pendonor juga akan memperbarui sel-sel darah merah. Dengan regenerasi sel darah merah, pendonor akan lebih sehat dan segar.

Lagi-lagi peringatan bulan bakti karantina tak hanya dengan perayaan, tapi juga dengan sumbangsih untuk kemanusiaan sekaligus menyosialisasikan karantina pada petugas PMI dan peserta donor darah dari masyarakat umum.

Pertanyaan seputar seragam yang kami kenakan pasti jadi pertanyaan favorit masyarakat yang masih awam tentang karantina. “Bapak ibu dari kepolisian mana?” tanya Pak Nugroho yang sedang mendonorkan darahnya beserta isteri.

“Kami petugas karantina pertanian, Pak,” jawab Sisca, Paramedik Veteriner yang turut mendonorkan darahnya. Berlanjut dengan penjelasan apa itu petugas karantina, jadi momen untuk mensosialisasikan tugas karantina dengan label kegiatan kemanusiaan.

Rekan-rekan ada yang sudah mendapatkan plakat pendonor 25 kali? Atau jangan-jangan sudah ada yang mendapat plakat 100 kali donor dari PMI? Saluttt…