Ditulis oleh : drh. Herlina S. (Medik Veteriner Madya)

Makanan merupakan hal yang penting dalam kehidupan manusia. Salah satu ciri makanan yang baik adalah aman untuk dikonsumsi. Makanan yang aman adalah makanan yang tidak tercemar mikroorganisme dan bahan kimia berbahaya, sudah diolah dengan tata cara yang benar sehingga sifat zat gizinya tidak rusak dan tidak menganggu kesehatan manusia. Menurut Undang-Undang No.7 tahun 1996, keamanan pangan didefinisikan sebagai suatu kondisi dan upaya yang diperlukan untuk mencegah pangan dari kemungkinan cemaran biologis, kimia, dan benda lain yang dapat mengganggu, merugikan dan membahayakan kesehatan manusia.

Keracunan makanan adalah suatu kondisi dimana beberapa mikroorganisme mencemari makanan dan dapat menimbulkan bahaya bagi yang mengkonsumsinya. Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah salah satu strain bakteri yang telah menjadi masalah serius di seluruh dunia dan sering diasosiasikan sebagai penyebab foodborne disease. Staphylococcus aureus dapat menyebabkan gangguan kesehatan pada manusia karena dapat menghasilkan toksin salah satunya adalah enterotoksin dan beberapa enzim ekstraseluler yang terdiri dari hemolisa (alfa, beta, gama), leukosidin toksin nekrosa kulit. Enterotoksin adalah toksin yang bekerja pada saluran pencernaan yang dapat menyebabkan keracunan makanan dengan gejala-gejala seperti mual-mual, muntah, kejang perut dan diare.

Bahan pangan yang dikaitkan dengan keracunan makanan akibat MRSA meliputi daging dan produk daging, telur, salad, produk bakery, bahan isian sandwich, susu, serta produk dari susu. MRSA mampu menghasilkan enterotoksin yang dapat menyebabkan keracunan makanan. Penyakit karena bakteri ini terjadi dalam dua cara yaitu menginfeksi manusia melalui makanan (food infection) dan meracuni melalui makanan (food poisoning). Penggunaan antibiotik yang rasional, pencegahan kasus dengan menerapkan sanitasi dan higiene yang baik (safe from farm to table), penerapan Good Hygienic Practice serta adanya sosialisasi khususnya tentang bahaya yang ditimbulkan oleh Foodborne disease merupakan pencegahan dan pengendalian yang efektif dalam mengatasi kasus tersebut.