Sebelum dikirim ke Jakarta, 16 (enam belas) Kg benih Eucalyptus pellita generasi kedua (F2) dilaporkan langsung kepada petugas karantina oleh Bapak Fais Mangkuwibowo (ketua salah satu koperasi di Yogyakarta) (16/5).

Eucalyptus pellita F. Muell merupakan salah satu tanaman kehutanan penting yang dibudidayakan secara intensif dalam pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) di Indonesia (Departemen Kehutanan, 1987). Selain itu, tanaman ini merupakan tanaman asli Indonesia yang adaptif pada dataran rendah tropis (Clarke dkk., 2009).

Benih-benih ini nantinya akan ditanam dan pemanfaatannya sebagai bahan baku kertas. Mau tahu berapa harga per kg nya? “Rp. 1.000.000,-/kg bu”ujar pak Fais. Untuk menghasilkan bibit yang bagus, gunakan benih yang bagus, dan pastinya dengan harga yang setara SobatQ.

Alfa Fitri Amalia Hilal, SP, petugas Karantina Pertanian Yogyakarta yang memeriksa media pembawa ini. Tidak ada persyaratan khusus, namun pengguna jasa harus melaporkan pengiriman benih ini. Pemeriksaan tetap dilakukan berupa, kesesuaian jenis, jumlah dan tidak ada serangga dalam packagingnya.

“Kami memberikan SP5 untuk media pembawa ini pak”ujar Alfa kepada pak Fais. Apa itu SP5? SP5 adalah surat pemberitahuan tindakan karantina tumbuhan, yang isinya adalah keterangan bahwa media pembawa organisme pengganggu tumbuhan karantina dan atau organisme pengganggu tumbuhan penting sehingga terhadap komoditas tersebut TIDAK PERLU DILAKUKAN TINDAKAN KARANTINA TUMBUHAN. Selain itu karena daerah tujuan pengiriman masih dalam 1 (satu) pulau Jawa.

Ada yang tertarik untuk menanam benih Eucalyptus pellita ? Yang punya lahan luas namun belum difungsikan boleh yuk membudidayakan Eucalyptus pellita.