Yogyakarta (8/5) India memang terkenal memiliki kuliner yang kental dengan rempah-rempah. Sebut saja biryani, ayam tandoori dan jenis makanan khas India lainnya yang pastinya bikin pengen lagi dan lagi. Nah siang ini pala, cengkeh, lada hitam dan cabe jamu, masing-masing sebanyak 250 gram diekspor ke India.

Pak Heru Riyanto, eksportir rempah-rempah ini, melaporkan langsung pada petugas Karantina Pertanian Yogyakarta sebelum diterbangkan ke India. Dengan nominal total hanya Rp. 82.500,- , diharapkan sampel rempah-rempah ini diterima dengan baik dan berlanjut dengan permintaan lebih besar. “Buyer dari India turun langsung ke Indonesia untuk melihat rempah ini bu”ujar pak Heru. “Dan jika cocok, permintaan selanjutnya adalah 6 kontainer untuk pala dan cengkeh, 3 kontainer untuk lada hitam dan cabe jamu”sambungnya lagi.

Palupi Murnaningsih, POPT Karantina Pertanian Yogyakarta yang melakukan pemeriksaan kesehatan media pembawa tersebut, untuk pastikan bebas dari OPT/OPTK. Dimulai dari kesesuaian jenis, jumlah dan target pest media pembawa rempah-rempah (serangga hidup).

Pasar rempah di India cukup menggiurkan, jika di Indonesia harga komoditas rempah-rempah tersebut berada di kisaran Rp. 45.000,- sampai Rp. 88.000,- per kg, di India naik di angka Rp. 67.000,- sampai  Rp. 130.000,- per kg. Peluang ekspor lagi ini.

Untuk mencukupi kebutuhan permintaan komoditas rempah-rempah ini, Pak Heru mendapatkannya dari daerah Surabaya dan Madura. Tentunya dengan kualitas yahud.

Makin beragam komoditas ekspor Indonesia, makin bangga dengan kualitas komoditas ekspor kita.