Yogyakarta (25/4) , Puluhan kilogram beras, buah segar dan umbi lapis dimusnahkan siang ini.

Dihadiri oleh perwakilan Polres Sleman, Bea Cukai, Kantor Pos Yogyakarta, perwakilan air line, PPNS Karantina Pertanian Yogyakarta serta tim pemusnahan, kegiatan pemusnahan media pembawa HPHK dan OPTK berlangsung lancar.

Yang menarik, tidak ada media pembawa HPHK yang dimusnahkan dalam periode pemusnahan bulan april ini. Hal ini menunjukkan semakin meningkatnya awarenes masyarakat akan pentingnya menjaga keamanan hayati dan hewani.

Ada yang menggelitik di kegiatan siang hari ini. Bpk Riis Turyono perwakilan dari Bea Cukai mengampaikan “wah berasnya pulen bu, jangan dimusnahkan, sayang” ketika puluhan kilogram beras asal thailand itu dimusnahkan.

Tak pernah berhenti untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat karantina mengenai UU No 16 tahun 1992 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan, serta Peraturan Pemerintah No. 14 Tahun 2002, tentang karantina tumbuhan dalam pasal 2, yang menyebutkan bahwa persyaratan masuknya media pembawa ke NKRI adalah dilengkapi sertifikat kesehatan tumuhan negara asal, melalui tempat pemasukan yang ditetapkan serta dilaporkan dan diserahkan kepada petugas karantina. Nah untuk buah segar, pintu pemasukan yang ditetapkan adalah Pelabuhan Belawan Medan, Pelabuhan Laut Tanjung Perak Surabaya, Bandar Udara Soekarno Hatta dan Pelabuhan Laut Makasar.

Semakin jelasĀ  informasinya untuk masyarakat karantina kita.