Sukseskan program Agro Gemilang (Ayo Galakkan Ekspor Generasi Milenial Bangsa), 60 orang anggota packing house (PH) salak pondoh ikuti bimbingan teknis (Bimtek). Anggota PH dari paguyuban Mitra Turindo dan PT. Buah Angkasa ini mengikuti Bimtek tindakan karantina untuk salak segar minggu lalu.

Karantina Yogyakarta selaku penyelenggara kegiatan mengangkat pengendalian lalat buah pada buah salak sebagai topik utama. Kristiana Ika Rini, Kepala Seksi Karantina Tumbuhan Yogyakarta dan Amir langsung menjadi nara sumbernya.
Tak melulu penyampaian materi, diskusi dengan anggota kelompok tani dan anggota PH mengenai peluang ekspor salak ke Kamboja pun berlangsung seru. Apresiasi terhadap Kementerian Pertanian untuk program Agro Gemilang tahun 2019 disampaikan oleh peserta bimtek. “Program ini sangat membantu kami, bimbingan langsung dan komunikasi yang baik mempermudah kami penuhi syarat ekspor,” ujar Suroto, anggota PH Mitra Turindo.

Terdapat 10 spesies target organisme pengganggu tanaman (OPT) buah salak ke Kamboja yang harus diperhatikan. Untuk mengantisipasi OPT dan OPTK pada buah salah, tentunya harus diperhatikan sejak dimulai dari persiapan, budidaya, panen, pasca panen hingga pengemasan.

Dengan ekspor ke Kamboja, peluang terbuka lebar dengan makin bertambahnya negara tujuan ekspor. Karenanya kualitas komoditas harus terus dijaga dan penuhi persyaratan negara tujuan. Jangan lupa juga lapor karantina. Pastikan komoditas ekspor kita sehat dan tersertifikasi karantina