Kualitas Layanan Terjaga, Karantina Yogyakarta Pertahankan ISO 9001:2015

Yogyakarta (11/12), Tegaskan kualitas layanan di Karantina Yogyakarta, sertifikasi ISO 9001:2015 dinyatakan tetap dapat digunakan di Karantina Yogyakarta. 2 (dua) orang auditor TUV Rheinlad (Heru Subroto dan Tri Wahyu Beni K) diturunkan untuk laksanakan re-audit di Karantina Yogyakarta. Audit 2 sheet yang berlangsung selama satu hari penuh, berlangsung di 2 (dua) lokasi, yaitu kantor utama Karantina Yogyakarta dan kantor wilayah kerja Adisumarmo.

Diawali dengan opening meeting yang dihadiri oleh segenap tim ISO 9001:2015 dan seluruh pejabat struktural, audit kali ini adalah audit kedua setelah transformasi dari ISO 9001:2008 menjadi ISO 9001:2015. Bedanya dimana? Pada jumlah klausulnya SobatQ. Ada yang tahu klausul apa yang masih digunakan, dihilangkan ataupun ditambah dalam ISO 9001:2015?

Melihat efektifitas audit internal yang telah dilaksanakan, efektifitas implementasi ISO 9001:2015 serta efektifitas hasil audit eksternal tahun lalu, adalah tujuan dari audit. Menggunakan 5 metode audit, yaitu interview, pendekatan proses, demonstrasi, ketersediaan dokumen rekaman dan lingkungan kantor.

Menunggu hasil closing meeting dengan pemaparan hasil audit, membuat segenap auditee jadi deg-deg-an. Hasilnya pun sangat memuaskan, tidak ada temuan minor apalagi mayor. Namun ada beberapa observasi yang harus kami perhatikan. Untuk observasi berupa inovasi layanan juga mendapat apresiasi dari auditor.

Mempertahankan itu lebih sulit dibandingkan dengan mengawali. Mari terus jaga kualitas layanan tindak karantina kita dan buktikan bahwa karantina memang tangguh terpercaya.