https://i0.wp.com/hobiburung.org/wp-content/uploads/2017/12/burung-perkutut.jpg?fit=638%2C375&ssl=1

Perkutut dan perawatannya di musim hujan

(Ditulis oleh : Drh. Siti Nurhayati, Medik Veteriner)

Perkutut sejak zaman dahulu sudah menjadi bagian hidup dari kaum pria, terpilih sebagai “kukilo “ yang menjadi perlambang sebuah kesuksesan seorang pria, merupakan kebanggaan tersendiri apabila bisa memiliki perkutut yang sehat dan suara merdu yang menggema dirumah setiap saat memberikan kesan ketenangan batin.

Pada saat sekarang ini banyak pecinta burung tidak hanya memelihara perkutut, derkuku, atau merpati. Burung kesayangan semakin banyak ragamnya, dari yang endemis Indonesia sampai impor dari Luar negeri. Namun perkutut tetap mempunyai tempat tersendiri di hati para pecintanya, baik sebagai penggemar suaranya saja ataupun yang mempercayai hingga mitosnya.

Musim hujan kembali menyapa, saat hewan peliharaan menginginkan perhatian lebih, seperti halnya kita mereka juga butuh stamina yang baik untuk menghadapi pergantian musim saat ini.  Pada musim hujan dipastikan kegiatan aktivitas menjemur pada pagi hari antara jam 07.00 -09.00 WIB akan berkurang, kandang menjadi cenderung lembab, hewan yang rentan akan mudah terserang penyakit. Pastikan tambahan vitamin dan jaga kebersihan kandang. Pengecekan kotoran menjadi lebih sering dilakukan selain memperhatikan secara fisiknya. Ada beberapa penyakit yang perlu diwaspadai termasuk cacingan. Kotoran yang berair/ diare tak jarang dijumpai cacing dewasa terikut di kotoran. Apabila tidak segera diobati bisa sangat merugikan tentunya.

Pada umumnya burung yang cacingan akan malas berbunyi, kotoran berair, nafsu makan berkurang, tdk eskpresif, dan bulu kusam. Pengobatan cacing harus dilakukan sesuai dosis yang direkomendasikan, dan kebersihan kandang menjadi kunci utama.

Ketika burung sudah menjadi kesayangan tentunya apapun akan dilakukan untuk memberikan yang terbaik, seandainya pemilik berpindah tugaspun akan dibawa, untuk melalulintaskan burung bagaimana cara membawa sesuai prosedur?

Kantor Karantina berada di tempat yang ditetapkan pemerintah diantaranya: Bandara, Pelabuhan laut/sungai, Kantor Pos, Pos Perbatasan antar negara dan dry port. Pastikan lapor di tempat yang sudah ditetapkan. Tanyakan persyaratan yang diminta sebelum melalulintaskan, terkait  status dan situasi penyakit di daerah asal dan daerah tujuan. Lapor dan serahkan hewan dan dokumen yang dipersyaratkan selanjutnya akan dilakukan tindakan karantina sesuai prosedur oleh petugas karantina. Apabila dinyatakan sehat dan memenuhi syarat, petugas akan melakukan sertifikasi dan hewan bisa dilalulintaskan.