Persyaratan karantina untuk pengiriman reptil melalui bandar udara

(Ditulis oleh : drh. Tri Sumihartini )

Beberapa waktu yang lalu terjadi pengiriman hewan (reptile) melalui bandara Adisucipto yang tidak dilaporkan kepada petugas karantina. Pengiriman reptile ini diantaranya ular, biawak dan buaya melalui jasa pengiriman dan semuanya tidak dilaporkan sebagai hewan hidup tetapi disamarkan sebagai pengiriman barang seperti sepatu, sparepart, mainan, makanan dan lain-lain. Saat pengirim mengurus pengiriman barang tersebut di agen pemberi jasa layanan pengiriman, pengirim hanya menyatakan mengirim barang dan barang sudah dalam kemasan yang rapi. Pemberi jasa layanan tidak membuka barang tersebut karena memang tidak diperbolehkan membuka paket yang akan dikirim. Isi paket dapat diketahui saat barang/paket tersebut akan dikirim melalui kargo di bandara. Setiap barang/paket yang akan dimasukkan di pesawat harus dicek dengan X-ray untuk memastikan barang yang dikirim adalah bahan yang tidak berbahaya dan melanggar undang-undang seperti narkoba ataupun hewan, ikan dan tanaman. Saat di X-ray tersebut baru diketahui bahwa barang yang dikirim ternyata tidak sesuai dengan yang tertera di keterangan barang.

Saat ini reptile telah menjadi pet animal (hewan kesayangan) seperti halnya anjing dan kucing. Di beberapa tempat telah berdiri komunitas pecinta reptil yang beranggotakan mereka yang memelihara dan merawat reptile. Seiring dengan meningkatnya penggemar reptile maka perdagangan reptile juga meningkat. Jual beli online terhadap reptile juga mengalami peningkatan bahkan bisa antar pulau. Perdagangan/jual beli hewan hidup antar pulau dapat dilakukan asalkan sesuai dengan undang-undang karantina dan konservasi yg berlaku.

Di dalam Undang-Undang RI No.16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan telah diatur tentang pemasukan dan pengeluaran hewan ataupun produk hewan yang berpotensi menjadi media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina yang dilalulintaskan di dalam wilayah Republik Indonesia. Hewan, dalam hal ini reptile dapat dilalulintaskan asal memenuhi persyaratan yang berlaku. Reptile yang dikirim melalui Bandara Adisucipto misalnya harus disertai sertifikat kesehatan (Health Certificate) yang diterbitkan oleh Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta. Sertifikat kesehatan ini dapat diperoleh dengan memenuhi ketentuan yang berlaku yaitu dengan adanya Surat Keterangan Kesehatan Hewan dari dinas yang membidangi peternakan dan kesehatan hewan di Propinsi maupun kabupaten/kota serta Surat Keterangan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam yang menyatakan bahwa reptile tersebut tidak dilindungi undang-undang dan boleh dilalulintaskan. Jika dokumen-dokumen tersebut telah dipenuhi maka reptile dapat dibawa ke Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta untuk dilakukan pemeriksaan teknis dan administratif sehingga dapat diterbitkan sertifikat kesehatan (Health Certificate).

Jika sudah mempunyai sertifikat kesehatan, maka reptile bisa dikirim ke daerah tujuan melalui Bandara Adisucipto dengan aman dan legal. Aspek kemasan atau kandang juga harus diperhatikan agar reptile tetap nyaman dan tidak keluar dari tempatnya selama pengangkutan sampai ke tempat tujuan