Kirim kecoa, perlukah sertifikat karantina ?

Ketika mendengar kecoak, sebagian dari Anda pasti merasa jijik. Namun, hewan yang  menjijikkan itu, ternyata bermanfaat juga. Seperti hari ini, Karantina Yogyakarta memeriksa 2 (dua) toples kecoak turkish dan 1 (satu) ekor tarantula darlingi yang akan dilalulintaskan ke Bogor dan Jakarta. Kedua jenis serangga ini akan digunakan sebagai pakan burung peliharaan.

Tidak ada persyaratan dokumen khusus dalam pengiriman media pembawa HPHK ini. Tapi pemeriksaan fisik cenderung pada kelengkapan ekstremitas (alat gerak), apabila geraknya lincah dinyatakan sehat. Selain pemeriksaan fisik juga dilihat kesesuaian jumlah dan jenisnya. Dan pagi tadi dokter hewan karantina yang bertugas memeriksa  media pembawa berupa kecoak dan tarantula adalah drh. Tri S.


Tahukah Anda jika kecoak dan tarantula ini dibudidayakan oleh para hobies? Ya, mereka memiliki nilai jual. Untuk kecoak turkish yang berumur dua bulan dipatok harga Rp. 50.000 untuk 50 sampai dengan 150 ekor. Sedangkan tarantula yang berumur 6 bulan, dipatok harga Rp. 50.000 untuk 1 ekornya.

“Kecoak-kecoak ini kami budidayakan Bu, bukan kecoak di luaran pada umumnya,” ujar Antonius, pengirim kecoak dan tarantula tersebut. Termasuk hobi unik dan ada komunitasnya juga di Indonesia seperti TSI (Tarantula and Spider Indonesia).  Anda punya hobi unik sejenis lainnya ? Jangan lupa juga untuk tetap lapor karantina ketika malalulintaskan media pembawa tersebut.