Mengapa hewan pembawa rabies (HPR) harus diperiksa karantina ?

Rabies adalah penyakit virus yang mempengaruhi sistem saraf pusat dari hewan berdarah panas, termasuk manusia. Penyakit ini memiliki masa inkubasi yang panjang (enam bulan) dan gejala mungkin memakan waktu beberapa minggu untuk muncul setelah infeksi. Namun, setelah gejala muncul, rabies selalu berakibat fatal (berakhir dengan kematian). Rabies termasuk penyakit Zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular ke manusia.

diambil dari :https://scontent.fcgk6-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/29572382_986870761469083_7708213716826215504_n.jpg?_nc_cat=0&oh=80bd98da34b434489863730b1e88574b&oe=5BA36FA7
Foto diambil dari :https://scontent.fcgk6-1.fna.fbcdn.net/v/t1.0-9/29572382_986870761469083_7708213716826215504_n.jpg?_nc_cat=0&oh=80bd98da34b434489863730b1e88574b&oe=5BA36FA7

Gejala klinis terinfeksi rabies meliputi 4 stadium ;

1) Stadium Prodormal

– nafsu makan turun / hilang

– demam

2) Stadium Sensoris

– perubahan temperamen, jinak menjadi galak

– hipersalivasi

– hiperlakrimasi

– pupil mata dilatasi

3) Stadium Eksitatik

– menggigit-gigit benda asing

-.mudah kaget

– kejang setiap ada rangsangan

– susah menelan

– hidropobia

– fotopobia

4) Stadium Paralitik

– kelumpuhan

– berakhir dengan kematian

Rabies merupakan salah satu penyakit yang termasuk dalam HPHK (Hama Penyakit Hewan Karantina) Golongan II, yang wajib dicegah masuk dan tersebar di wilayah negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh karenanya terhadap hewan pembawa rabies, seperti anjing, kucing, kera dan sebangsanya yang akan dilalulintaskan wajib diperiksa karantina.

Ditulis oleh : drh. Suwardi