Bandara Adisucipto bukanlah  tempat pemasukan buah dan sayuran segar. Hal ini sesuai dengan Permentan No 42 pasal 14 Tahun 2012. Calon penumpang pesawat yang melalui Bandara Adisucipto perlu mengingat notice ini agar barang bawaan berupa media pembawa tidak ditahan oleh petugas karantina. Selain itu, media pembawa tanpa dilengkapi dokumen persyaratan karantina juga tidak akan bisa lolos dari pemeriksaan karantina. Media pembawa berupa daging, sosis, nuget atau bahan asal hewan dan hasil bahan asal hewan. Setelah melalui prosedur penahanan,  proses berlanjut pada tahap pemusnahan terhadap media pembawa tanpa dokumen karantina. Pemusnahan Media Pembawa HPHK dan OPTK Akibat ketidakpatuhan terhadap UU Karantina Pertanian, pada Kamis, 31 Agustus

Meski hanya 2 (dua) ekor, cucak rowo kuning garis hitam ini lengkap dengan sertifikat kesehatan karantina. Dengan tujuan Jambi, pemeriksaan kelengkapan dokumen dan fisik burung cucak rowo dilaksanakan oleh medik dan paramedik veteriner karantina Yogyakarta. Kelengkapan dokumen berupa SKKH dan rekomendasi pemasukan, dilanjutkan dengan pemeriksaan fisik diperkuat dengan pemeriksaan feses secara natif untuk memastikan hewan bebas parasit. Nah SobatQ dari hasil pemeriksaan tersebut, burung-burung cucak rowo dinyatakan sehat tidak menunjukkan gejala klinis penyakit hewan karantina dan siap untuk dilalulintaskan.

pemeriksaan sawo karantina tumbuhan

Dysmiccocus brevipes (kutu putih) dan Planacoccus deceptor, 2 target pest yang diperiksa POPT Karantina Yogyakarta, Septi Sulanjari siang ini untuk pengiriman bibit tanaman buah ke Riau dan Balikpapan. Pemeriksaan Karantina diawali dengan pemeriksaan kelengkapan dokumen dan pemeriksaan fisik. SP 1 sudah pasti, dan pada saat pemeriksaan fisik ditemukan beberapa ekor kutu putih. Nah tindakan petugas karantina terhadap target pest ini adalah membersihkan media pembawa yang terdapat kutu putih. Setelah dibersihkan atau diambil dari batang pohon atau daun bibit tanaman buah, ratusan tanaman buah tersebut dinyatakan layak untuk dilalulintaskan. Untuk menentukan spesies kutu putih lebih jauh, diperlukan pemeriksaan lanjutan di laboratorium.

lepas sambut karantina yogyakarta

“If We Hold On Together by Diana Rose”, sebagai back sound acara lepas sambut Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta. Diawali dengan tanda tangan berita acara serah terima jabatan dan penyerahan memori, seluruh pegawai Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta melepas Ir. Wisnu Haryana. Ir. Wisnu Haryana mendapatkan promosi jabatan menjadi Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Mataram, sedangkan drh. Ina Soelistyani yang sebelumnya adalah Kasi Karantina Hewan mendapatkan promosi jabatan menjadi Kepala BKP Kelas II Yogyakarta dan drh. Nurlia Ardianti sebelumnya Medik Veteriner Muda juga mendapatkan promosi jabatan menjadi Kepala Seksi Karantina Hewan. Kesan pesan, baik oleh perwakilan struktural, fungsional, THL dan Ir. Wisnu

Tema dan logo Peringatan HUT ke-72 Kemerdekaan RI tahun 2017 ini dapat diunduh melalui situs resmi Kementerian Sekretariat Negara di setneg.go.id. Bersama dengan surat edaran itu, dijelaskan mengenai konsep dan makna logo ini. Logo “72 Tahun Indonesia Kerja Bersama” menjadi representasi semangat gotong royong untuk membangun Indonesia menuju masa depan yang lebih baik. Angka “7” pada logo menjadi simbol anak panah yang menyerong ke kanan atas. Ini melambangkan dinamisme pembangunan yang berorientasi ke masa depan positif. Letak dan posisi angka “2” pada logo yang terlihat merangkul angka “7” lambang asas kebersamaan dalam bekerja membangun bangsa Indonesia dan mencapai target yang telah direncanakan. Bentuk angka “2” juga

Dua ekor Anjing malinois dan german shepherd (herder) diperiksa di kantor wilayah kerja Bandara Adisucipto Yogyakarta, Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, oleh drh. Siti Nurhayati dan Suparmi (Medik dan Paramedik). Anjing dari direktorat polisi Satwa Depok Jawa Barat ini dikenakan tindak karantina berupa pemeriksaan dokumen dan secara fisik tentang status kesehatannya. Hasil dari pemeriksaan dokumen dinyatakan lengkap dan sah, secara fisik sehat, serta tidak menunjukkan gejala klinis penyakit hewan karantina. Adapun target utama media pembawa hama penyakit hewan karantina (HPHK) pada anjing adalah rabies dan Yogyakarta adalah daerah bebas rabies.

Kamis, 8 Juni 2017 Kepala Balai, Ir. Wisnu Haryana membuka secara resmi Bulan Bakti Karantina Pertanian ke 140 lingkup UPT Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta dilanjutkan dengan kegiatan pelepasan pegawai purnabakti pegawai sekaligus buka bersama diikuti oleh seluruh pegawai . Peringatan Bulan Bakti Karantina Pertanian tahun 2017 mengagendakan kegiatan : Pembukaan Bulan Bakti Pelepasan Purna Tugas Buka Bersama Bakti Sosial Pameran Hari Krida Pertanian Lomba Paduan Suara Lomba Website Penutupan

(30/3) Berlokasi di halaman belakang kantor Balai Karantina Pertanian Kelas II Yogyakarta, sejumlah media pembawa HPHK dan OPTK dengan masa penahanan Februari sampai dengan Maret 2017 tanpa kelengkapan dokumen karantina dimusnahkan. Disaksikan oleh Intelkam Polres Sleman, Perwakilan dari Bea Cukai, Perwakilan Kantor Pos Yogyakarta, Perwakilan Airline dan PPNS Karantina Yogyakarta, kegiatan ini berlangsung lancar.  Pada pemusnahan kali ini, salah satu media pembawa yang dimusnahkan berupa arak yang didalamnya terdapat ular kobra, kalajengking dan ginseng. Adanya media pembawa yang dimusnahkan menjadi indikasi kurangnya kepatuhan dan pemahaman masyarakat terhadap peraturan perkarantinaan sehingga kedepan perlu sosialisasi terhadap masyarakat dengan latar belakang yang lebih beragam.